Home
Apa Kabar

> Recent Entries
> Archive
> Friends
> User Info
> What Things Matter, What Things Not

Links
My blog in blogspot
Poetry Free For All
Dylanology
YouTube
Project Gutenberg
Online Literature
Literature.org
Bibliomania
Flickr
Led Zeppelin

Advertisement

June 16th, 2009


05:19 pm - Not Dark Yet
Bayang-bayang mulai jatuh, sementara aku di sini sepanjang hari
Sulit untuk tertidur, namun waktu terus berlari
Jiwaku serasa mengeras jadi baja
Masih kupunya parut-luka tak tersembuhkan oleh matahari
Tak cukup ruang untuk kemana-mana
Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana


Rasa kemanusiaanku telah hanyut di gorong-gorong
Di balik tiap keindahan mesti ada derita merongrong
Dikiriminya aku surat, ditulisnya dengan halus kata
Dutuliskannya apa yang ada dalam benaknya
Hanya tak kutahu mengapa harus mempedulikannya
Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana


Aku pernah ke London, pernah ke Paris berbunga
Kususuri sungai dan tiba di laut terbuka
Aku sudah pernah ke dasar dunia yang penuh dusta
Tak kucari apa-apa di tatap mata sesiapa
Terkadang bebanku melebihi yang dapat kutanggungkan
Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana


Aku lahir di sini dan akan mati di sini, meski tak ingin
Aku tahu tampaknya aku bergerak, tapi aku bergeming
Tiap saraf di tubuhku begitu kosong dan matirasa
Aku bahkan tak ingat untuk lari dari apa aku ke sini
Tak terdengar satupun bisikan lirih doa
Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana

(Leave a comment)

May 4th, 2009


06:18 am - He still Loves me
Perlu waktu buatku
namun akhirnya aku tiba di sini.
Hanya ingin bersaksi
menjernihkan hal ini.
Kau tahu, aku sering tersisih,
jadi sasaran ejekan;
bahan pembicaran di antara teman.
Aku tlah jatuh terpukul,
hingga Dia mengubah jalanku.

Tampaknya aku selalu kurang punya arti
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku bukan superstar.
Lampu sorot tidak menyinariku,
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Ada hari-hari saat aku terjaga
dan berharap tetap tertidur,
karena berangkat tidur merasa di puncak dunia
dan hari ini dunia menindihku.
Setiap orang punya pendapat;
mereka tidak berada di posisiku.
Mereka tak peduli hatiku hancur
mendengar apa yang mereka katakan tentangku.

Tampaknya aku selalu kurang punya arti
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku bukan superstar.
Lampu sorot tidak menyinariku,
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku tidak sempurna.
Ya, aku melakukan hal-hal salah.
Kucoba berbuat yang terbaik,
namun itu tidak cukup baik.
Dikucilkan oleh dunia
jika aku tak berhasil,
karena tidak cukup baik
tapi Dia masih mencintaiku.

Kalau kau tak punya arti, angkat tanganmu
dan beritahu aku bahwa kau mengerti
kita semua sangat terberkati
karena dicintai, dicintai

Berdiri tegak untukNya
karena di mataNya kita semua tampak sama.
Apa yang akan kita perbuat tanpa Dia?

Tampaknya aku selalu kurang punya arti
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku bukan superstar.
Lampu sorot tidak menyinariku,
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku tidak sempurna.
Ya, aku melakukan hal-hal salah.
Kucoba berbuat yang terbaik,
namun itu tidak cukup baik.
Dikucilkan oleh dunia
jika aku tak berhasil,
karena tidak cukup baik
tapi Dia masih mencintaiku.

Tampaknya aku selalu kurang punya arti
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

Aku bukan superstar.
Lampu sorot tidak menyinariku,
karena aku tidak cukup baik,
tapi Dia masih mencintaiku.

-- Beyonce Knowles & Walter Williams, Sr.

(Leave a comment)

December 22nd, 2008


04:46 am - Subterranean Homesick Blues
Joni di lantai bawah
menyiapkan ramuan
Aku telentang dekat parit
memikirkan pemerintah
Pria berjas hujan
keluarkan lencana, diusir pergi
Katanya dia batuk berat
maunya minta obat
Awas Nak
perbuatanmu di masa lalu
Tuhan tahu
tapi kau melakukannya lagi
Lebih baik menunduk tiarap di jalan gang
mencari teman baru
Pria berhelm putih dan seragam
siap dengan bolpen
Minta uang 50 ribu
kamu cuma punya 40


Megi masuk seperti melayang
wajah penuh jelaga hitam
Ngomong soal kericuhan meredamkan
isu narkoba tapi
toh telepon sudah disadap
Megi bilang banyak yang bilang
mereka harus menggerebek awal Mei
Perintah dari Pengadilan Tinggi
Awas Nak
Tak peduli yang kaulakukan
jalan mengendap-endap
Jangan coba yang dilarang
Lebih baik jauh dari mereka
yang membawa-bawa alat pembungkam
Selalu cuci tanganmu
awasi yang berbaju preman
Tak perlu peramal cuaca
untuk tau kemana angin berhembus

(Leave a comment)

December 12th, 2008


07:56 pm - Writer's Block: Full Moon Fever

It's the full moon today. Almost every culture has its share of lunar lore, from werewolves to lunacy to true love. Do you believe that the full moon affects our behavior or do you think it's a myth?


View 501 Answers

Full moon by itself, no. But, just because I don't believe it doesn't mean the full moon doesn't have the power to influence our behavior. At least I agree that there is certain anticipation for the occasion, which means we are emotionally involved. If that counts as influence, then so it is.
Tracing back the many traditions of our ancestors, there must have been something about full moon that made our ancestors celebrate the coming of it. Back then it was rituals; now it's just a celebration.

(Leave a comment)

May 17th, 2008


09:13 pm - I am Weary, Let Me Rest
Cium aku ibu, cium sayangmu
Baringkan kepalaku di dadamu
Rengkuhkan tangan kasihmu sekelilingku
Aku letih, izinkan 'ku beristirahat

Tampak cahaya cepat memudar
Pemandangan lebih terang kini terhampar
Aku berdiri di tepi sungai
Malaikat menanti mengantarku pulang

Cium aku ibu, cium sayangmu
Tengok derita di keningku
Meski segera 'ku 'kan bersama para malaikat
nasib tlah mengutuk masa depanku sekarang

Sepanjang umur kau tlah mencintaiku
dan hidupku kau coba slamatkan
Namun kini 'ku 'kan tidur dengan tenang
dalam kubur yang dalam dan sepi

Cium aku ibu, cium sayangmu
Baringkan kepalaku di dadamu
Rengkuhkan tangan kasihmu sekelilingku
Aku letih, izinkan 'ku beristirahat

-- The Cox Family
Current Mood: [mood icon] uncomfortable

(Leave a comment)

March 2nd, 2008


07:07 pm - My tarot card. Interesting


You are the Hanged Man


Self-sacrifice, Sacrifice, Devotion, Bound.


With the Hanged man there is often a sense of fatalism, waiting for something to happen. Or a fear of
loss from a situation, rather than gain.


The Hanged Man is perhaps the most fascinating card in the deck. It reflects the story of Odin who offered himself as a sacrifice in order to gain knowledge. Hanging from the world tree, wounded by a spear, given no bread or mead, he hung for nine days. On the last day, he saw on the ground runes that had fallen from the tree, understood their meaning, and, coming down, scooped them up for his own. All knowledge is to be found in these runes.


The Hanged Man, in similar fashion, is a card about suspension, not life or death. It signifies selflessness, sacrifice and prophecy. You make yourself vulnerable and in doing so, gain illumination. You see the world differently, with almost mystical insights.


What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.


(Leave a comment)

October 6th, 2007


05:36 pm - Fixing A Hole
Kutambal satu lobang tempat masuknya hujan
yang menahan pikiranku dari kelana
ke tempat yang diainginkan

Kudempul satu celah retakan menembus pintu
yang menahan pikiranku dari kelana
ke tempat yang diainginkan

* dan sungguh tak masalah
jika aku salah aku benar
dimana aku betah aku benar
dimana aku betah

** lihat orang-orang berdiri di sana
berselisih pendapat dan tak pernah menang
dan bertanya-tanya mengapa mereka tak melangkah masuk pintuku

Kucat kamarku penuh warna-warni
dan bila pikiranku berkelana
ke sanalah ku kan pergi

[hey, hey, heeey]

* dan sungguh tak masalah
jika aku salah aku benar
dimana aku betah aku benar
dimana aku betah

** orang-orang konyol berlarian
mereka menguatirkan diriku
dan tak pernah menanyakan mengapa mereka tak mampu melewati pintuku

Kusempatkan diri untuk sejumlah hal
yang tak terasa penting di hari kemarin
dan aku tetap berjalan



The Beatles - Sgt. Pepper Lonely Hearts Club Band
Current Mood: [mood icon] sleepy

(Leave a comment)

June 14th, 2007


11:36 pm - Apa Yang Kaucari?
Ya, apa sebenarnya yang kaucari di kampungmu, di rumahmu? Kalau kau kecewa dengan kepulanganmu, tahukah apa yang kaucari yang tidak kautemukan? Dan tidakkah terlintas di ingatanmu bahwa setiap tahun seperti inilah adanya?
Current Mood: [mood icon] disappointed

(Leave a comment)

November 26th, 2006


10:22 pm - Angel - Sarah McLachlan
Seluruh waktumu dihabiskan menunggu
kesempatan kedua itu,
saat semuanya akan baik2 saja.

Selalu ada satu alasan
tuk merasa tidak cukup baik,
dan akhirnya tidak juga merasa baikan.

Aku perlu sesuatu tuk mengalihkan perhatian.
Oh pelepasan yang indah,
kenangan merembes keluar dari pembuluh nadiku.

Biarkan ku jadi hampa
dan tak berbobot, dan mungkin
kan kutemukan suatu kedamaian malam ini.

Dalam rengkuhan malaikat,
jauh dari sini;
dari kamar hotel yg gelap dan dingin,
dan ketakutanmu tanpa akhir.

Kau tlah diseret keluar dari reruntuhan
impian dan khayalanmu yg bisu.
Kau dalam pelukan malaikat;
semoga kautemukan penghiburan di sini.

Jenuh oleh garis lurus,
dan kemanapun kau menuju
burung2 nasar dan para pencuri mengikutimu;

badai ini selalu memelintir,
terus membangun dusta-dusta
untuk menutupi kekurangan2mu.

Tak akan ada bedanya
melarikan diri sekali lagi.
Lebih mudah meyakini sesuatu dalam kegilaan ini,
kesedihan agung ini, yg membawaku jatuh, berlutut.

Dalam rengkuhan malaikat,
jauh dari sini;
dari kamar hotel yg gelap dan dingin,
dan ketakutanmu tanpa akhir.

Kau tlah diseret keluar dari reruntuhan
impian dan khayalanmu yg bisu.
Kau dalam pelukan malaikat;
semoga kautemukan penghiburan di sini.
Current Mood: [mood icon] touched

(Leave a comment)

October 19th, 2006


10:32 am - Dengan Allah di Pihak Kita
Oh, namaku bukanlah apa-apa; umurku, tak lebih berarti.
Daerah tempatku berasal disebut negeri Barat.
Kudiajari dan dibesarkan di sana, harus mematuhi hukum-hukumnya.
Dan negeri yang kudiami, ada Allah di pihaknya.

Oh, buku-buku sejarah berkisah, menceritakannya dengan sangat baiknya.
Pasukan berkuda menyerang, dan indian-indian tumbang.
Pasukan berkuda menerjang, dan indian-indian kehilangan nyawa.
Oh, negeri itu masih muda, dengan Allah di pihaknya.

Oh, perang Spanyol-Amerika telah lepas masanya.
Perang Saudara pun terbentangkan dan berlalu.
Nama-nama para pahlawan, aku harus menghapal di luar kepala.
Dengan senapan di tangan mereka, dan Allah di pihak mereka.

Oh, Perang Dunia Pertama, anak-anak, datang dan pergi.
Alasan kita bertempur, tak pernah kutahu pasti.
Namun kubelajar menerimanya, menerimanya dengan banggaku.
Karna kau tak menghitung berapa yang mati, kalau Allah ada di pihakmu.

...

Tapi kini kita punya senjata-senjata dari debu kimiawi.
Jika menembakkannya kita dipaksa, maka menembak haruslah kita.
Tekan satu tombol, tersebarlah ke seluruh penjuru.
Dan kau tak pernah mengajukan pertanyaan, bila Allah ada pihakmu.

...

Dalam sekian jam diselimuti kegelapan, tlah kurenungkan hal ini.
Bahwa Yesus Kristus dikhianati dengan satu kecupan di pipi.
Tapi aku tak mampu merenungkan untukmu, kau harus memutuskannya,
apakah Yudas Iskariot punya Allah di pihaknya.

Kini saat aku akan pergi, kepenatanku bak neraka.
Kebingungan yang kurasakan, tak satu lidahpun dapat menjelaskan.
Kata-kata memenuhi kepala, dan tumpah ke atas lantai.
Jika Allah di pihak kita, kan dihentikanNya perang berikutnya sebelum dimulai.

[terjemahan With God on Our Side, Bob Dylan]

(Leave a comment)

June 4th, 2006


05:32 pm
Sudah lama saya ingin mencoba menerjemahkan lagu ini. Dari duet Paul Simon & Art Garfunkel, atau lebih keren dikenal sebagai Simon & Garfunkel. Kita coba, ya. Pelan-pelan saja. Mungkin satu-dua bait dulu. Tapi, untuk menghindari pengulangan, entry ini akan sering saya update, alih-alih membuat entry baru lagi dengan isi yang sama.
---
update: lengkap sudah terjemahannya pagi ini.
akan kupikirkan sisi kebagusannya nanti, kalau ada waktu. 26sep2006, 04:24.
---

An American Tune

Banyaklah kali orang salah mengenaliku
dan banyak kali keliru,
dan sering aku merasa disia-siakan
terlebih pasti disalahmanfaatkan.

Oh, tapi aku baik-baik saja, sungguh, tak apa-apa;
hanya merasa letih sampai ke sum-sum tulang.
Toh kau tak berharap bisa cerah dan ceria
saat jauh dari rumah.
Jauh dari rumah.

Dan tak satu jiwa kukenal yang tak jadi babak belur.
Tak satu kawanpun merasa teduh.
Tak kukenal satu mimpipun yang tak hancur lebur,
dan terseret bertekuk lutut.

Tapi tak apa-apa, sungguh, tak apa-apa;
karna kita telah hidup begitu baik begitu lama.
Toh, merenungi jalan yang kita tempuh sekarang,
entah apa yang salah di tengah jalan.
Tak habis pikir, apa yang salah di tengah jalan.

Lalu kubermimpi sedang di ambang ajal;
kubermimpi jiwaku naik tanpa terduga,
menengok ke bawah, ke arahku,
tersenyum menenangkan.
Lalu kubermimpi sedang melayang;
nun tinggi dari atas dapat jelas kulihat
patung Liberty berlayar menuju laut,
dan kubermimpi kumelayang.

O kita tiba dengan kapal bernama Mayflower,
kita tiba dengan kapal yang tlah melayari rembulan.
Dan kita tiba di masa penuh jam-jam ketakpastian
sambil bernyanyi lagu daerah khas Amerika.

O-oh, tapi tak apa-apa, oh sungguh, tak apa-apa;
kita tak bisa selamanya diberkati.
Toh, besok 'kan jadi satu hari kerja lagi,
dan kini kucoba mendapatkan istirahat.
Hanya itu, ku sedang mencoba mendapatkan sedikit isitrahat.

(Leave a comment)

August 16th, 2005


01:13 am - Refrain "Meréken Dino"
Ngaliho-no, tresnomu ngalih
Kandani ae wong-wong sak erte
Ben wong kabe eruh sakjane
Awakku ijen saiki --
Awakku ijen, saiki

(dari "Menghitung Hari", Krisdayanti)

(Leave a comment)

12:40 am - terjemahan Stan (bajul remix version)
* sebelumnya perlu diketahui bahwa terjemahan ini terjadi pada 23/11/2001, jumat pagi lepas subuh, setelah begadang dgn teman, dlm perjalanan pulang, dan langsung dikerjakan begitu tiba di tempat kos, selesai menjelang sore. beberapa koreksi dibuat setelahnya. adalah bagian dari usaha belajar Bahasa Jawa-Surabaya dgn cara yg saya ketahui: spontanitas, terjemahan, dan kebuntuan berpikir dgn Bahasa Indonesia -- buntu karena belum tidur.
kalau gaya bahasa terjemahan ini dianggap kasar dan tidak sopan, perlu dimaklumi bahwa begitulah adanya dgn lagu aslinya. kita hanya terkadang terlalu terbiasa mendengar kata-kata tidak sopan populer dlm Bahasa Inggris, sehingga lupa makna aslinya. kalau diminta memilih lagu lain, maaf, lagu inilah yg terngiang di kepala -- pasti karena lagu inilah yg terdengar seblm pulang pagi hari itu. ini juga terjemahannya baru bait pertama, entah akan dilanjutkan atau tidak.
saya janji akan memuat terjemahan lagu lain. krisdayanti, boleh? tapi baru refrainnya *

Stan (bajul remix version)

intro
[Dido]

tehku wis adem, gak ngerti knopo
aku tangi turu
udan isu ngabutno jendeloku
aku ’ra iso ndhelok
nek iso ndhelok mesti mék abu-abu
tapekno gambarmu nang gedhekku
elingno aku nék iki ’ra elek
’ra elek

[Eminem]

Cak Slim, awakku wis nyurat tapekno koen gak nelpon blass
wis taktitipno nomer hapeku, pejherku, telpon omahku nang isore
wis ono loro suratku usum rontok winginane, koen mesti gak nrimone
ono problem bhe’e nang nggone pos yo opo
awakku ping pisan nulisno alamat gak jelas pas gae oret-oretan
tapekno ’nchuk, wis jarno; lapo rek kabare arekmu sing wedhok
gendakanku wis metheng lho, aku apene dadi bapak
nék methu wedhok, take’i jeneng opo yo?
takjenengno Bonnie mari
aku wis moco brito Paklik Ronnie-mu, aku melu nelongso
awak dhewe bien oleh bolo kendhat mergo balon sing emoh ambe de’e
aku eruh nék awakmu bhe’e rungokno iki pendino,
tapekno aku iki penggemar beratmu
aku ono rekaman kagetanmu sing koen gawe bareng Sekém
kamarku kebhek ambe posteranmu ambe gambarmu, rek
awakku iyo dhemen ambe taek iku sing koen gawe karo Rawkus, sing iku taek pool
wis, mugo-mugo situ iki nyampe nang awakmu, rek, balasno yo
mék pengen ngobrol, hormat kami, penggemar setiamu
iki Stan

[Dido maneh, podo karo nang dukur]

(Leave a comment)

May 8th, 2005


08:30 pm - Tema kesepian/kesendirian (lanjutan)
Kesepian tidak mesti langsung berarti kesendirian. Ada orang yang bisa berada di tengah keramaian dan tetap merasa sendirian. ada orang yang sendirian tapi tidak merasa kesepian. Seorang teman suka sekali Bon Jovi, dan di lagunya "Bed of Roses" ada kata-kata "... tonight//I won't be alone//but you know that don't mean I'm not lonely." Seperti itulah.

Khusus untuk lagu, saya mempertimbangkan keselarasan nada musik dan kata-kata. Harus saling mendukung. Mungkin pada umumnya musik yang mendukung adalah yang betempo sedang/lambat (apa namanya? allegro?). Untuk film, mungkin mood yang diciptakan melalui rentetan gambar tertentu, dengan kecepatan tertentu, dan pencahayaan. Saya bukan ahlinya, tapi saya hanya ingin memberi daftar berdasarkan kesan yang saya dapatkan dari mendengar lagu-lagu dan menonton film-film tersebut.

Ada tambahan bagian buku.

Daftarnya masih akan bertambah, sejalan dengan ingatan saya. Urutan acak, hanya berdasarkan yang langsung teringat.

Lagu:
First of May - Bee Gees
How Can I Tell Her - Lobo
I Wanna See You Now - Leon Haines Band
Old Friends/Bookends Theme - Simon & Garfunkel
Dangling Conversation - Simon & Garfunkel
Don't Cry For Me Argentina - Julie Covington
A Winter's Tale - Peter Skellern
Lady Starlight - Scorpions
All Dead, All Dead - Queen
Love Kills - Freddy Mercury
Last Horizon - Brian May (instrumental)
The Messiah Will Come Again - Gary Moore (instrumental)
Silent Morning - Noel
Menghitung Hari - Kris Dayanti
Standing In The Doorway - Bob Dylan
The Rain Song - Led Zeppelin
Cats in The Cradle - Ugly Kid Joe
Bunga Teratai Putih (?)
Manna mamo ma bella (kata-kata pertama lagu daerah Makassar, judul masih belum ketemu)
Ana Kukang - lagu daerah Makassar
Down by The River - Bee Gees
Angel - Sarah McLahlan
Ku Masih Mencintainya - Jackpot
Blizzard - Jim Reeves (katanya aslinya by Hank Williams Jr.?)
Don't Speak - No Doubt
I Don't Wanna Miss A Thing - Aerosmith
Comforting Sounds - Mew
I Shall Be Released - Bob Dylan
Tom's Diner - Suzanne Vega
Nobody Loves You When You're Down and Out - John Lennon
Don't Think Twice, It's All Right - Bob Dylan
American Tune - Paul Simon (lihat http://www.cowgirlfunk.com/americantune.htm)

Film:
Chobits - by Clamp (anime)
12 Monkeys - starring Bruce Willis
Castaway - starring Tom Hanks
Accidental Tourist - William Hurt, Kathleen Turner, Geena Davis (from the book "Accidental Tourist" by Anne Tyler)
Sleepers - Brad Pitt, Jason Patric, Kevin Bacon, Ron Eldard, Billy Crudup, Minnie Driver, Dustin Hoffman, Robert DeNiro
Midnight Cowboy - Jon Voight, Dustin Hoffman, Sylvia Miles
Les Miserables - Liam Neeson, Geoffrey Rush, Uma Thurman, Claire Danes (based on the novel "Les Miserables" by Victor Hugo)

Buku:
Pita Ten - Koge Donbo (manga)
Chobits - Clamp (manga)
Earthly Possessions - Anne Tyler
Papillon - Henri Charriere
The Hunchback of Notre Dame - Victor Hugo
The Happy Prince and Other Tales - Oscar Wilde (khususnya “The Nightingale and the Rose,”)

(Leave a comment)

07:31 pm - Topik bulan ini: kesepian, kesendirian.
Suatu saat di masa dulu, seorang teman keberatan dengan kaset yang saya putar, minta diganti. Tadinya saya kira dia tidak suka. Mungkin benar dia tidak suka. Katanya lagu itu, yang dia setop di tengah jalan, punya kesan kuat tentang kesepian. Lirik lagu itu, "Old Friends - Bookends Theme" oleh Paul Simon dan Art Garfunkel, mungkin dia tidak tahu (mestinya begitu, karena baru didengar pertama kali), tapi kesannya langsung tertangkap melalui alunan nadanya. Tadinya saya tidak setuju, karena saya sudah mendengar lagu ini berkali-kali dan tidak terpikir ke sana. Saya mendengarkan lagu itu untuk mengenang teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Coba kita lihat, apakah saya bisa mencarikan liriknya di internet, kalau-kalau Anda punya pendapat sendiri. Tunggu sebentar ya.. Ini dia, dari http://www.all-lyrics.us/Simon-and-Garfunkel/Old-Friends/

Old friends,
Old friends
Sat on their park bench like bookends.
A newspaper blown through the grass
Falls on the round toes
Of the high shoes
Of the old friends.

Old friends,
Winter companions the old men
Lost in their overcoats, waiting for the sunset.
The sounds of the city, sifting through trees,
Settle like dust
On the shoulders
Of the old friends.

Can you imagine us years from today,
Sharing a park bench quietly?
How terribly strange to be seventy.

Old friends,
Memory brushes the same years
Silently sharing the same fears

(music)

Time it was, and what a time it was, it was,
A time of innocence
A time of confidences.

Long ago it must be,
I have a photograph
Preserve your memories,
they’re all that’s left you
___________________________________________________

Sekarang saya lebih bisa menerima pendapat teman saya itu. Mungkin saya terlalu lama, terlalu terbiasa, bergaul dengan diri sendiri, jadi menganggap kesendirian itu biasa saja. Entahlah. Tapi bukan itu pembahasan kita saat ini. Saya mau mencoba mengumpulkan beberapa lagu dan film yang menurut saya berkesan kuat tentang kesepian atau kesendirian itu. Mungkin Anda punya pilihan sendiri.
(bersambung ke entry berikutnya).

(Leave a comment)

April 30th, 2005


12:33 pm - The Loneliness Quotient from Dating Diversions
I read somewhere, long time ago, that there's a downside/challenge in asking opinions out of people. There's a risk that their opinions change at the time you ask, because you ask! One question, at least, in this quiz happened to have the same effect on me just now. Made me think over my answer, weighing between mere 3 choices. In a larger sense, made me think over my situation lately.

It don't always happens this way, right?

Loneliness Quotient: 42%

Your Personalized Assessment Report:

An LQ score of 42 not the best, however it is still on the healthier side of the meter. This score is indicative of some problems that could be worked out, and we will take a closer look at specific areas of interest. A weak point for you is the situation with your friends, who are one source of your loneliness problem. This is an area that needs attention. Thankfully, your family is not a source of loneliness for you. Sometimes family can put a strain on your life, but in your case things seem to be okay. You are not completely fulfilled in your romantic life, and this is an area that can be improved upon. However, it does not seem like anything drastic is in order. You have a degree of shyness, so you must try to overcome that in order to bring love and friendships into your life. Things are a little more difficult since you are not surrounded by people who match well with you, but good people are out there. Finally, a bright spot for you is that you don't suffer any major insecurity issues. This fact helps keep your LQ lower than what it might have been.

Take the Loneliness Quotient Test at Dating Diversions

Current Mood: [mood icon] listless

(Leave a comment)

February 14th, 2005


08:13 pm - Happy Valentine buat yang merayakan.
Tapi saya tidak. Alasan pastinya mungkin saya tidak tahu. Yang saya tahu saya tidak suka ikut-ikutan orang. Lebih baik membangun kebiasaan baru, dan kalau jadi unik dan jadi trend, sukurlah; kalau diketawai orang, biar saja. Saya anggap ketawa itu pengakuan bahwa saya unik.

Memang, sih, bisa saja yang saya sebut unik itu buat orang lain aneh dan cenderung dianggap gejala awal keruntuhan sistem saraf (the brink of a nervous breakdown). Saya bisa apa untuk mengubah pendapat orang? Mempengaruhi bisa. Tapi, saya tidak perlu tidak jadi diri sendiri untuk itu. Hasilnya tidak sepadan dengan pengorbanannya.

Eh, ngomong-ngomong, kita bicara soal apa tadi? Haha, hari Valentine. Buat pasangan-pasangan yang merayakan, selamat ya. Buat calon-calon pasangan yang memanfaatkan, semoga sukses ya. Buat yang masih mencari calon pasangan, jangan putus asa ya. Masih ada saya. Buat yang merayakan Valentine dalam pengertian kasih-sayang di antara teman, anggota keluarga, sesama manusia, selamat juga. Kalau ada acara makan-makan, nonton dan semacamnya, saya boleh dong diajak (diajak berarti ditraktir, kan?)
Current Mood: [mood icon] restless
Tags:

(Leave a comment)

January 22nd, 2005


08:38 pm - Reuni
Saya sudah melakukan pencarian teman-teman lama, khususnya teman SMA di internet. Pertama sekali saya coba melalui google, alta vista, hotbot, dmoz, catcha, kafegaul, yahoo, astaga, searchindonesia dan indonesiasearch, dengan keyword "personal homepage" atau semacamnya. Harapan saya beberapa teman lama itu tertarik membuat homepage. Tetapi, pencarian itu memakan waktu lama sekali. Sementara ini saya belum menemukan teman lama dengan cara itu.
Kemudian saya coba dengan mendaftar di alumni.net. Belum begitu berhasil juga. Satu nama saya temukan, yaitu contact person untuk profile sekolahku, tapi itupun saya tidak begitu kenal.
Satu tempat yang tidak saya duga, justru saya sudah member di situ beberapa lama, adalah friendster. Lumayan. Saya menemukan sekitar lima nama, dan masih mungkin untuk bertambah, karena sistem network yg ada. Saya sedang mencoba di tempat lain lagi: hi5.
Kembali ke friendster. Setelah menemukan beberapa teman lama di situ, saya berlanjut dengan berkomunikasi lewat message. Satu orang bahkan sempat lewat yahoo messenger. Kemudian, tidak sengaja saya menemukan informasi Reuni Akbar di profile alma materku. Anehnya, saya tidak langsung jadi antusias. Kenapa, ya? padahal kalau bertemu teman lama semangatnya bukan main. Saya lantas merenungi.

Alasan yang bisa saya simpulkan: saya lebih senang reuni kecil-kecilan daripada reuni akbar, dan bertemu dengan segelintir teman lama nostalgianya tidak akan memakan waktu lama. Setelah itu, tentunya kita punya bahan omongan lain, bukan cuma omongan masa lalu saja. Masa lalu tidak bisa berubah, cara menceritakannya saja yang berubah. Mau tidak mau kita akan membicarakan masa kini, dan berikutnya masa depan. Kali ini saya setuju bahwa kita perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan, dan maju terus demi masa depan. Hubungannya dengan reuni sekolah? Ya, menurutku harus ada unsur yang mengikat kita dengan masa kini dan masa depan, misalnya membangun network untuk mensupport lulusan-lulusan baru; memberi bimbingan kerja sesuai dengan minat mereka; membagi informasi bilamana mengetahui ada lowongan kerja yang layak dicoba. Seperti itulah.

Kedengarannya agak lebih besar dan berat dari yang saya duga pada awalnya. Tapi saya senang, karena dengan demikian saya mencari teman lama tidak lagi atas dasar sentimentalisme nostalgia semata. Lagipula saya tidak tahu kapan saya akan membutuhkan mereka (sekarang saya masih bekerja, tapi what lasts forever?).
Current Mood: [mood icon] calm
Current Music: Have I Told You Lately

(Leave a comment)

November 22nd, 2004


01:58 am - Rahasia Manusia
Apa yang Anda tahu yang tidak saya ketahui? Banyak sih, sebenarnya. Tapi, pengetahuan bisa didapatkan di mana saja. Kalau itu bisa saya atasi, apa yang tersisa?

Saya kira itulah yang disebut rahasia. Rahasia yang hampir sempurna, karena hanya 1 orang yang tahu. Setiap manusia, setiap orang, laki-laki perempuan, tua muda, tahun 0 atau tahun 2004, kaya miskin, sehat atau sakit, anatomi lengkap atau handicapped, sedih atau bahagia, masing-masing mempunyai rahasia. Masing-masing menyimpan rahasia.

Ada yang bilang, kalau suatu rahasia diketahui dua orang, itu bukan rahasia lagi. Saya bilang, satu orang saja yang tahu itu namanya hampir sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna. Mungkin, yang sempurna itu rahasia yang tak seorangpun tahu. Tapi, kalau tidak ada yang tahu, bagaimana mereka tahu ada rahasia?
Current Mood: [mood icon] blank

(Leave a comment)

October 30th, 2004


03:16 am - Pernah dengar "Perception is Reality?"
Ada lagi: "Emotions are real".

Jadi kalau ada orang yang bilang, "It takes two to tango", saya juga boleh bilang, "It takes two to create war".

Yaah, tentu saja dengan begitu semuanya tergantung dari cara pandang kita. Hmm, ada baiknya juga saya memulai blog ini. Baru saja saya siap memutuskan untuk muak dengan hubungan antarmanusia, tetapi begitu selesai menulis (mengetik?) kalimat kedua saya sudah siap untuk melihat situasi dari sudut pandang lain.

Baru 'siap', belum memulai, tentu saja.
Current Mood: [mood icon] annoyed

(Leave a comment)


> Go to Top
LiveJournal.com