|
|
|
June 16th, 2009
05:19 pm - Not Dark Yet Bayang-bayang mulai jatuh, sementara aku di sini sepanjang hari Sulit untuk tertidur, namun waktu terus berlari Jiwaku serasa mengeras jadi baja Masih kupunya parut-luka tak tersembuhkan oleh matahari Tak cukup ruang untuk kemana-mana Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana
Rasa kemanusiaanku telah hanyut di gorong-gorong Di balik tiap keindahan mesti ada derita merongrong Dikiriminya aku surat, ditulisnya dengan halus kata Dutuliskannya apa yang ada dalam benaknya Hanya tak kutahu mengapa harus mempedulikannya Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana
Aku pernah ke London, pernah ke Paris berbunga Kususuri sungai dan tiba di laut terbuka Aku sudah pernah ke dasar dunia yang penuh dusta Tak kucari apa-apa di tatap mata sesiapa Terkadang bebanku melebihi yang dapat kutanggungkan Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana
Aku lahir di sini dan akan mati di sini, meski tak ingin Aku tahu tampaknya aku bergerak, tapi aku bergeming Tiap saraf di tubuhku begitu kosong dan matirasa Aku bahkan tak ingat untuk lari dari apa aku ke sini Tak terdengar satupun bisikan lirih doa Masih belum gelap, tapi sebentar lagi ke sana
|
May 4th, 2009
06:18 am - He still Loves me Perlu waktu buatku namun akhirnya aku tiba di sini. Hanya ingin bersaksi menjernihkan hal ini. Kau tahu, aku sering tersisih, jadi sasaran ejekan; bahan pembicaran di antara teman. Aku tlah jatuh terpukul, hingga Dia mengubah jalanku.
Tampaknya aku selalu kurang punya arti karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku bukan superstar. Lampu sorot tidak menyinariku, karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Ada hari-hari saat aku terjaga dan berharap tetap tertidur, karena berangkat tidur merasa di puncak dunia dan hari ini dunia menindihku. Setiap orang punya pendapat; mereka tidak berada di posisiku. Mereka tak peduli hatiku hancur mendengar apa yang mereka katakan tentangku.
Tampaknya aku selalu kurang punya arti karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku bukan superstar. Lampu sorot tidak menyinariku, karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku tidak sempurna. Ya, aku melakukan hal-hal salah. Kucoba berbuat yang terbaik, namun itu tidak cukup baik. Dikucilkan oleh dunia jika aku tak berhasil, karena tidak cukup baik tapi Dia masih mencintaiku.
Kalau kau tak punya arti, angkat tanganmu dan beritahu aku bahwa kau mengerti kita semua sangat terberkati karena dicintai, dicintai
Berdiri tegak untukNya karena di mataNya kita semua tampak sama. Apa yang akan kita perbuat tanpa Dia?
Tampaknya aku selalu kurang punya arti karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku bukan superstar. Lampu sorot tidak menyinariku, karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku tidak sempurna. Ya, aku melakukan hal-hal salah. Kucoba berbuat yang terbaik, namun itu tidak cukup baik. Dikucilkan oleh dunia jika aku tak berhasil, karena tidak cukup baik tapi Dia masih mencintaiku.
Tampaknya aku selalu kurang punya arti karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
Aku bukan superstar. Lampu sorot tidak menyinariku, karena aku tidak cukup baik, tapi Dia masih mencintaiku.
-- Beyonce Knowles & Walter Williams, Sr.
|
December 22nd, 2008
04:46 am - Subterranean Homesick Blues Joni di lantai bawah menyiapkan ramuan Aku telentang dekat parit memikirkan pemerintah Pria berjas hujan keluarkan lencana, diusir pergi Katanya dia batuk berat maunya minta obat Awas Nak perbuatanmu di masa lalu Tuhan tahu tapi kau melakukannya lagi Lebih baik menunduk tiarap di jalan gang mencari teman baru Pria berhelm putih dan seragam siap dengan bolpen Minta uang 50 ribu kamu cuma punya 40
Megi masuk seperti melayang wajah penuh jelaga hitam Ngomong soal kericuhan meredamkan isu narkoba tapi toh telepon sudah disadap Megi bilang banyak yang bilang mereka harus menggerebek awal Mei Perintah dari Pengadilan Tinggi Awas Nak Tak peduli yang kaulakukan jalan mengendap-endap Jangan coba yang dilarang Lebih baik jauh dari mereka yang membawa-bawa alat pembungkam Selalu cuci tanganmu awasi yang berbaju preman Tak perlu peramal cuaca untuk tau kemana angin berhembus
|
December 12th, 2008
07:56 pm - Writer's Block: Full Moon Fever
Full moon by itself, no. But, just because I don't believe it doesn't mean the full moon doesn't have the power to influence our behavior. At least I agree that there is certain anticipation for the occasion, which means we are emotionally involved. If that counts as influence, then so it is. Tracing back the many traditions of our ancestors, there must have been something about full moon that made our ancestors celebrate the coming of it. Back then it was rituals; now it's just a celebration.
|
May 17th, 2008
09:13 pm - I am Weary, Let Me Rest Cium aku ibu, cium sayangmu Baringkan kepalaku di dadamu Rengkuhkan tangan kasihmu sekelilingku Aku letih, izinkan 'ku beristirahat
Tampak cahaya cepat memudar Pemandangan lebih terang kini terhampar Aku berdiri di tepi sungai Malaikat menanti mengantarku pulang
Cium aku ibu, cium sayangmu Tengok derita di keningku Meski segera 'ku 'kan bersama para malaikat nasib tlah mengutuk masa depanku sekarang
Sepanjang umur kau tlah mencintaiku dan hidupku kau coba slamatkan Namun kini 'ku 'kan tidur dengan tenang dalam kubur yang dalam dan sepi
Cium aku ibu, cium sayangmu Baringkan kepalaku di dadamu Rengkuhkan tangan kasihmu sekelilingku Aku letih, izinkan 'ku beristirahat
-- The Cox Family Current Mood: uncomfortable
|
March 2nd, 2008
07:07 pm - My tarot card. Interesting

You are the Hanged Man
Self-sacrifice, Sacrifice, Devotion, Bound.
With the Hanged man there is often a sense of fatalism, waiting for something to happen. Or a fear of loss from a situation, rather than gain.
The Hanged Man is perhaps the most fascinating card in the deck. It reflects the story of Odin who offered himself as a sacrifice in order to gain knowledge. Hanging from the world tree, wounded by a spear, given no bread or mead, he hung for nine days. On the last day, he saw on the ground runes that had fallen from the tree, understood their meaning, and, coming down, scooped them up for his own. All knowledge is to be found in these runes.
The Hanged Man, in similar fashion, is a card about suspension, not life or death. It signifies selflessness, sacrifice and prophecy. You make yourself vulnerable and in doing so, gain illumination. You see the world differently, with almost mystical insights.
What Tarot Card are You? Take the Test to Find Out.
|
October 6th, 2007
05:36 pm - Fixing A Hole Kutambal satu lobang tempat masuknya hujan yang menahan pikiranku dari kelana ke tempat yang diainginkan
Kudempul satu celah retakan menembus pintu yang menahan pikiranku dari kelana ke tempat yang diainginkan
* dan sungguh tak masalah jika aku salah aku benar dimana aku betah aku benar dimana aku betah
** lihat orang-orang berdiri di sana berselisih pendapat dan tak pernah menang dan bertanya-tanya mengapa mereka tak melangkah masuk pintuku
Kucat kamarku penuh warna-warni dan bila pikiranku berkelana ke sanalah ku kan pergi
[hey, hey, heeey]
* dan sungguh tak masalah jika aku salah aku benar dimana aku betah aku benar dimana aku betah
** orang-orang konyol berlarian mereka menguatirkan diriku dan tak pernah menanyakan mengapa mereka tak mampu melewati pintuku
Kusempatkan diri untuk sejumlah hal yang tak terasa penting di hari kemarin dan aku tetap berjalan
The Beatles - Sgt. Pepper Lonely Hearts Club Band Current Mood: sleepy
|
June 14th, 2007
11:36 pm - Apa Yang Kaucari? Ya, apa sebenarnya yang kaucari di kampungmu, di rumahmu? Kalau kau kecewa dengan kepulanganmu, tahukah apa yang kaucari yang tidak kautemukan? Dan tidakkah terlintas di ingatanmu bahwa setiap tahun seperti inilah adanya? Current Mood: disappointed
|
November 26th, 2006
10:22 pm - Angel - Sarah McLachlan Seluruh waktumu dihabiskan menunggu kesempatan kedua itu, saat semuanya akan baik2 saja.
Selalu ada satu alasan tuk merasa tidak cukup baik, dan akhirnya tidak juga merasa baikan.
Aku perlu sesuatu tuk mengalihkan perhatian. Oh pelepasan yang indah, kenangan merembes keluar dari pembuluh nadiku.
Biarkan ku jadi hampa dan tak berbobot, dan mungkin kan kutemukan suatu kedamaian malam ini.
Dalam rengkuhan malaikat, jauh dari sini; dari kamar hotel yg gelap dan dingin, dan ketakutanmu tanpa akhir.
Kau tlah diseret keluar dari reruntuhan impian dan khayalanmu yg bisu. Kau dalam pelukan malaikat; semoga kautemukan penghiburan di sini.
Jenuh oleh garis lurus, dan kemanapun kau menuju burung2 nasar dan para pencuri mengikutimu;
badai ini selalu memelintir, terus membangun dusta-dusta untuk menutupi kekurangan2mu.
Tak akan ada bedanya melarikan diri sekali lagi. Lebih mudah meyakini sesuatu dalam kegilaan ini, kesedihan agung ini, yg membawaku jatuh, berlutut.
Dalam rengkuhan malaikat, jauh dari sini; dari kamar hotel yg gelap dan dingin, dan ketakutanmu tanpa akhir.
Kau tlah diseret keluar dari reruntuhan impian dan khayalanmu yg bisu. Kau dalam pelukan malaikat; semoga kautemukan penghiburan di sini. Current Mood: touched
|
October 19th, 2006
10:32 am - Dengan Allah di Pihak Kita Oh, namaku bukanlah apa-apa; umurku, tak lebih berarti. Daerah tempatku berasal disebut negeri Barat. Kudiajari dan dibesarkan di sana, harus mematuhi hukum-hukumnya. Dan negeri yang kudiami, ada Allah di pihaknya.
Oh, buku-buku sejarah berkisah, menceritakannya dengan sangat baiknya. Pasukan berkuda menyerang, dan indian-indian tumbang. Pasukan berkuda menerjang, dan indian-indian kehilangan nyawa. Oh, negeri itu masih muda, dengan Allah di pihaknya.
Oh, perang Spanyol-Amerika telah lepas masanya. Perang Saudara pun terbentangkan dan berlalu. Nama-nama para pahlawan, aku harus menghapal di luar kepala. Dengan senapan di tangan mereka, dan Allah di pihak mereka.
Oh, Perang Dunia Pertama, anak-anak, datang dan pergi. Alasan kita bertempur, tak pernah kutahu pasti. Namun kubelajar menerimanya, menerimanya dengan banggaku. Karna kau tak menghitung berapa yang mati, kalau Allah ada di pihakmu.
...
Tapi kini kita punya senjata-senjata dari debu kimiawi. Jika menembakkannya kita dipaksa, maka menembak haruslah kita. Tekan satu tombol, tersebarlah ke seluruh penjuru. Dan kau tak pernah mengajukan pertanyaan, bila Allah ada pihakmu.
...
Dalam sekian jam diselimuti kegelapan, tlah kurenungkan hal ini. Bahwa Yesus Kristus dikhianati dengan satu kecupan di pipi. Tapi aku tak mampu merenungkan untukmu, kau harus memutuskannya, apakah Yudas Iskariot punya Allah di pihaknya.
Kini saat aku akan pergi, kepenatanku bak neraka. Kebingungan yang kurasakan, tak satu lidahpun dapat menjelaskan. Kata-kata memenuhi kepala, dan tumpah ke atas lantai. Jika Allah di pihak kita, kan dihentikanNya perang berikutnya sebelum dimulai.
[terjemahan With God on Our Side, Bob Dylan]
|
June 4th, 2006
05:32 pm Sudah lama saya ingin mencoba menerjemahkan lagu ini. Dari duet Paul Simon & Art Garfunkel, atau lebih keren dikenal sebagai Simon & Garfunkel. Kita coba, ya. Pelan-pelan saja. Mungkin satu-dua bait dulu. Tapi, untuk menghindari pengulangan, entry ini akan sering saya update, alih-alih membuat entry baru lagi dengan isi yang sama. --- update: lengkap sudah terjemahannya pagi ini. akan kupikirkan sisi kebagusannya nanti, kalau ada waktu. 26sep2006, 04:24. ---
An American Tune
Banyaklah kali orang salah mengenaliku dan banyak kali keliru, dan sering aku merasa disia-siakan terlebih pasti disalahmanfaatkan.
Oh, tapi aku baik-baik saja, sungguh, tak apa-apa; hanya merasa letih sampai ke sum-sum tulang. Toh kau tak berharap bisa cerah dan ceria saat jauh dari rumah. Jauh dari rumah.
Dan tak satu jiwa kukenal yang tak jadi babak belur. Tak satu kawanpun merasa teduh. Tak kukenal satu mimpipun yang tak hancur lebur, dan terseret bertekuk lutut.
Tapi tak apa-apa, sungguh, tak apa-apa; karna kita telah hidup begitu baik begitu lama. Toh, merenungi jalan yang kita tempuh sekarang, entah apa yang salah di tengah jalan. Tak habis pikir, apa yang salah di tengah jalan. Lalu kubermimpi sedang di ambang ajal; kubermimpi jiwaku naik tanpa terduga, menengok ke bawah, ke arahku, tersenyum menenangkan. Lalu kubermimpi sedang melayang; nun tinggi dari atas dapat jelas kulihat patung Liberty berlayar menuju laut, dan kubermimpi kumelayang.
O kita tiba dengan kapal bernama Mayflower, kita tiba dengan kapal yang tlah melayari rembulan. Dan kita tiba di masa penuh jam-jam ketakpastian sambil bernyanyi lagu daerah khas Amerika.
O-oh, tapi tak apa-apa, oh sungguh, tak apa-apa; kita tak bisa selamanya diberkati. Toh, besok 'kan jadi satu hari kerja lagi, dan kini kucoba mendapatkan istirahat. Hanya itu, ku sedang mencoba mendapatkan sedikit isitrahat.
|
August 16th, 2005
01:13 am - Refrain "Meréken Dino" Ngaliho-no, tresnomu ngalih Kandani ae wong-wong sak erte Ben wong kabe eruh sakjane Awakku ijen saiki -- Awakku ijen, saiki
(dari "Menghitung Hari", Krisdayanti)
|
12:40 am - terjemahan Stan (bajul remix version) * sebelumnya perlu diketahui bahwa terjemahan ini terjadi pada 23/11/2001, jumat pagi lepas subuh, setelah begadang dgn teman, dlm perjalanan pulang, dan langsung dikerjakan begitu tiba di tempat kos, selesai menjelang sore. beberapa koreksi dibuat setelahnya. adalah bagian dari usaha belajar Bahasa Jawa-Surabaya dgn cara yg saya ketahui: spontanitas, terjemahan, dan kebuntuan berpikir dgn Bahasa Indonesia -- buntu karena belum tidur. kalau gaya bahasa terjemahan ini dianggap kasar dan tidak sopan, perlu dimaklumi bahwa begitulah adanya dgn lagu aslinya. kita hanya terkadang terlalu terbiasa mendengar kata-kata tidak sopan populer dlm Bahasa Inggris, sehingga lupa makna aslinya. kalau diminta memilih lagu lain, maaf, lagu inilah yg terngiang di kepala -- pasti karena lagu inilah yg terdengar seblm pulang pagi hari itu. ini juga terjemahannya baru bait pertama, entah akan dilanjutkan atau tidak. saya janji akan memuat terjemahan lagu lain. krisdayanti, boleh? tapi baru refrainnya *
Stan (bajul remix version)
intro [Dido]
tehku wis adem, gak ngerti knopo aku tangi turu udan isu ngabutno jendeloku aku ’ra iso ndhelok nek iso ndhelok mesti mék abu-abu tapekno gambarmu nang gedhekku elingno aku nék iki ’ra elek ’ra elek
[Eminem]
Cak Slim, awakku wis nyurat tapekno koen gak nelpon blass wis taktitipno nomer hapeku, pejherku, telpon omahku nang isore wis ono loro suratku usum rontok winginane, koen mesti gak nrimone ono problem bhe’e nang nggone pos yo opo awakku ping pisan nulisno alamat gak jelas pas gae oret-oretan tapekno ’nchuk, wis jarno; lapo rek kabare arekmu sing wedhok gendakanku wis metheng lho, aku apene dadi bapak nék methu wedhok, take’i jeneng opo yo? takjenengno Bonnie mari aku wis moco brito Paklik Ronnie-mu, aku melu nelongso awak dhewe bien oleh bolo kendhat mergo balon sing emoh ambe de’e aku eruh nék awakmu bhe’e rungokno iki pendino, tapekno aku iki penggemar beratmu aku ono rekaman kagetanmu sing koen gawe bareng Sekém kamarku kebhek ambe posteranmu ambe gambarmu, rek awakku iyo dhemen ambe taek iku sing koen gawe karo Rawkus, sing iku taek pool wis, mugo-mugo situ iki nyampe nang awakmu, rek, balasno yo mék pengen ngobrol, hormat kami, penggemar setiamu iki Stan
[Dido maneh, podo karo nang dukur]
|
May 8th, 2005
08:30 pm - Tema kesepian/kesendirian (lanjutan) Kesepian tidak mesti langsung berarti kesendirian. Ada orang yang bisa berada di tengah keramaian dan tetap merasa sendirian. ada orang yang sendirian tapi tidak merasa kesepian. Seorang teman suka sekali Bon Jovi, dan di lagunya "Bed of Roses" ada kata-kata "... tonight//I won't be alone//but you know that don't mean I'm not lonely." Seperti itulah.
Khusus untuk lagu, saya mempertimbangkan keselarasan nada musik dan kata-kata. Harus saling mendukung. Mungkin pada umumnya musik yang mendukung adalah yang betempo sedang/lambat (apa namanya? allegro?). Untuk film, mungkin mood yang diciptakan melalui rentetan gambar tertentu, dengan kecepatan tertentu, dan pencahayaan. Saya bukan ahlinya, tapi saya hanya ingin memberi daftar berdasarkan kesan yang saya dapatkan dari mendengar lagu-lagu dan menonton film-film tersebut.
Ada tambahan bagian buku.
Daftarnya masih akan bertambah, sejalan dengan ingatan saya. Urutan acak, hanya berdasarkan yang langsung teringat.
Lagu: First of May - Bee Gees How Can I Tell Her - Lobo I Wanna See You Now - Leon Haines Band Old Friends/Bookends Theme - Simon & Garfunkel Dangling Conversation - Simon & Garfunkel Don't Cry For Me Argentina - Julie Covington A Winter's Tale - Peter Skellern Lady Starlight - Scorpions All Dead, All Dead - Queen Love Kills - Freddy Mercury Last Horizon - Brian May (instrumental) The Messiah Will Come Again - Gary Moore (instrumental) Silent Morning - Noel Menghitung Hari - Kris Dayanti Standing In The Doorway - Bob Dylan The Rain Song - Led Zeppelin Cats in The Cradle - Ugly Kid Joe Bunga Teratai Putih (?) Manna mamo ma bella (kata-kata pertama lagu daerah Makassar, judul masih belum ketemu) Ana Kukang - lagu daerah Makassar Down by The River - Bee Gees Angel - Sarah McLahlan Ku Masih Mencintainya - Jackpot Blizzard - Jim Reeves (katanya aslinya by Hank Williams Jr.?) Don't Speak - No Doubt I Don't Wanna Miss A Thing - Aerosmith Comforting Sounds - Mew I Shall Be Released - Bob Dylan Tom's Diner - Suzanne Vega Nobody Loves You When You're Down and Out - John Lennon Don't Think Twice, It's All Right - Bob Dylan American Tune - Paul Simon (lihat http://www.cowgirlfunk.com/americantune.htm)
Film: Chobits - by Clamp (anime) 12 Monkeys - starring Bruce Willis Castaway - starring Tom Hanks Accidental Tourist - William Hurt, Kathleen Turner, Geena Davis (from the book "Accidental Tourist" by Anne Tyler) Sleepers - Brad Pitt, Jason Patric, Kevin Bacon, Ron Eldard, Billy Crudup, Minnie Driver, Dustin Hoffman, Robert DeNiro Midnight Cowboy - Jon Voight, Dustin Hoffman, Sylvia Miles Les Miserables - Liam Neeson, Geoffrey Rush, Uma Thurman, Claire Danes (based on the novel "Les Miserables" by Victor Hugo)
Buku: Pita Ten - Koge Donbo (manga) Chobits - Clamp (manga) Earthly Possessions - Anne Tyler Papillon - Henri Charriere The Hunchback of Notre Dame - Victor Hugo The Happy Prince and Other Tales - Oscar Wilde (khususnya “The Nightingale and the Rose,”)
|
07:31 pm - Topik bulan ini: kesepian, kesendirian. Suatu saat di masa dulu, seorang teman keberatan dengan kaset yang saya putar, minta diganti. Tadinya saya kira dia tidak suka. Mungkin benar dia tidak suka. Katanya lagu itu, yang dia setop di tengah jalan, punya kesan kuat tentang kesepian. Lirik lagu itu, "Old Friends - Bookends Theme" oleh Paul Simon dan Art Garfunkel, mungkin dia tidak tahu (mestinya begitu, karena baru didengar pertama kali), tapi kesannya langsung tertangkap melalui alunan nadanya. Tadinya saya tidak setuju, karena saya sudah mendengar lagu ini berkali-kali dan tidak terpikir ke sana. Saya mendengarkan lagu itu untuk mengenang teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Coba kita lihat, apakah saya bisa mencarikan liriknya di internet, kalau-kalau Anda punya pendapat sendiri. Tunggu sebentar ya.. Ini dia, dari http://www.all-lyrics.us/Simon-and-Garfunkel/Old-Friends/
Old friends, Old friends Sat on their park bench like bookends. A newspaper blown through the grass Falls on the round toes Of the high shoes Of the old friends.
Old friends, Winter companions the old men Lost in their overcoats, waiting for the sunset. The sounds of the city, sifting through trees, Settle like dust On the shoulders Of the old friends.
Can you imagine us years from today, Sharing a park bench quietly? How terribly strange to be seventy.
Old friends, Memory brushes the same years Silently sharing the same fears
(music)
Time it was, and what a time it was, it was, A time of innocence A time of confidences.
Long ago it must be, I have a photograph Preserve your memories, they’re all that’s left you ___________________________________________________
Sekarang saya lebih bisa menerima pendapat teman saya itu. Mungkin saya terlalu lama, terlalu terbiasa, bergaul dengan diri sendiri, jadi menganggap kesendirian itu biasa saja. Entahlah. Tapi bukan itu pembahasan kita saat ini. Saya mau mencoba mengumpulkan beberapa lagu dan film yang menurut saya berkesan kuat tentang kesepian atau kesendirian itu. Mungkin Anda punya pilihan sendiri. (bersambung ke entry berikutnya).
|
April 30th, 2005
12:33 pm - The Loneliness Quotient from Dating Diversions I read somewhere, long time ago, that there's a downside/challenge in asking opinions out of people. There's a risk that their opinions change at the time you ask, because you ask! One question, at least, in this quiz happened to have the same effect on me just now. Made me think over my answer, weighing between mere 3 choices. In a larger sense, made me think over my situation lately.
It don't always happens this way, right?
Your Personalized Assessment Report:An LQ score of 42 not the best, however it is still on the healthier side of the meter. This score is indicative of some problems that could be worked out, and we will take a closer look at specific areas of interest. A weak point for you is the situation with your friends, who are one source of your loneliness problem. This is an area that needs attention. Thankfully, your family is not a source of loneliness for you. Sometimes family can put a strain on your life, but in your case things seem to be okay. You are not completely fulfilled in your romantic life, and this is an area that can be improved upon. However, it does not seem like anything drastic is in order. You have a degree of shyness, so you must try to overcome that in order to bring love and friendships into your life. Things are a little more difficult since you are not surrounded by people who match well with you, but good people are out there. Finally, a bright spot for you is that you don't suffer any major insecurity issues. This fact helps keep your LQ lower than what it might have been. Take the Loneliness Quotient Test at Dating Diversions Current Mood: listless
|
February 14th, 2005
08:13 pm - Happy Valentine buat yang merayakan. Tapi saya tidak. Alasan pastinya mungkin saya tidak tahu. Yang saya tahu saya tidak suka ikut-ikutan orang. Lebih baik membangun kebiasaan baru, dan kalau jadi unik dan jadi trend, sukurlah; kalau diketawai orang, biar saja. Saya anggap ketawa itu pengakuan bahwa saya unik.
Memang, sih, bisa saja yang saya sebut unik itu buat orang lain aneh dan cenderung dianggap gejala awal keruntuhan sistem saraf (the brink of a nervous breakdown). Saya bisa apa untuk mengubah pendapat orang? Mempengaruhi bisa. Tapi, saya tidak perlu tidak jadi diri sendiri untuk itu. Hasilnya tidak sepadan dengan pengorbanannya.
Eh, ngomong-ngomong, kita bicara soal apa tadi? Haha, hari Valentine. Buat pasangan-pasangan yang merayakan, selamat ya. Buat calon-calon pasangan yang memanfaatkan, semoga sukses ya. Buat yang masih mencari calon pasangan, jangan putus asa ya. Masih ada saya. Buat yang merayakan Valentine dalam pengertian kasih-sayang di antara teman, anggota keluarga, sesama manusia, selamat juga. Kalau ada acara makan-makan, nonton dan semacamnya, saya boleh dong diajak (diajak berarti ditraktir, kan?) Current Mood: restless
|
January 22nd, 2005
08:38 pm - Reuni Saya sudah melakukan pencarian teman-teman lama, khususnya teman SMA di internet. Pertama sekali saya coba melalui google, alta vista, hotbot, dmoz, catcha, kafegaul, yahoo, astaga, searchindonesia dan indonesiasearch, dengan keyword "personal homepage" atau semacamnya. Harapan saya beberapa teman lama itu tertarik membuat homepage. Tetapi, pencarian itu memakan waktu lama sekali. Sementara ini saya belum menemukan teman lama dengan cara itu. Kemudian saya coba dengan mendaftar di alumni.net. Belum begitu berhasil juga. Satu nama saya temukan, yaitu contact person untuk profile sekolahku, tapi itupun saya tidak begitu kenal. Satu tempat yang tidak saya duga, justru saya sudah member di situ beberapa lama, adalah friendster. Lumayan. Saya menemukan sekitar lima nama, dan masih mungkin untuk bertambah, karena sistem network yg ada. Saya sedang mencoba di tempat lain lagi: hi5. Kembali ke friendster. Setelah menemukan beberapa teman lama di situ, saya berlanjut dengan berkomunikasi lewat message. Satu orang bahkan sempat lewat yahoo messenger. Kemudian, tidak sengaja saya menemukan informasi Reuni Akbar di profile alma materku. Anehnya, saya tidak langsung jadi antusias. Kenapa, ya? padahal kalau bertemu teman lama semangatnya bukan main. Saya lantas merenungi.
Alasan yang bisa saya simpulkan: saya lebih senang reuni kecil-kecilan daripada reuni akbar, dan bertemu dengan segelintir teman lama nostalgianya tidak akan memakan waktu lama. Setelah itu, tentunya kita punya bahan omongan lain, bukan cuma omongan masa lalu saja. Masa lalu tidak bisa berubah, cara menceritakannya saja yang berubah. Mau tidak mau kita akan membicarakan masa kini, dan berikutnya masa depan. Kali ini saya setuju bahwa kita perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan, dan maju terus demi masa depan. Hubungannya dengan reuni sekolah? Ya, menurutku harus ada unsur yang mengikat kita dengan masa kini dan masa depan, misalnya membangun network untuk mensupport lulusan-lulusan baru; memberi bimbingan kerja sesuai dengan minat mereka; membagi informasi bilamana mengetahui ada lowongan kerja yang layak dicoba. Seperti itulah.
Kedengarannya agak lebih besar dan berat dari yang saya duga pada awalnya. Tapi saya senang, karena dengan demikian saya mencari teman lama tidak lagi atas dasar sentimentalisme nostalgia semata. Lagipula saya tidak tahu kapan saya akan membutuhkan mereka (sekarang saya masih bekerja, tapi what lasts forever?). Current Mood: calm Current Music: Have I Told You Lately
|
November 22nd, 2004
01:58 am - Rahasia Manusia Apa yang Anda tahu yang tidak saya ketahui? Banyak sih, sebenarnya. Tapi, pengetahuan bisa didapatkan di mana saja. Kalau itu bisa saya atasi, apa yang tersisa?
Saya kira itulah yang disebut rahasia. Rahasia yang hampir sempurna, karena hanya 1 orang yang tahu. Setiap manusia, setiap orang, laki-laki perempuan, tua muda, tahun 0 atau tahun 2004, kaya miskin, sehat atau sakit, anatomi lengkap atau handicapped, sedih atau bahagia, masing-masing mempunyai rahasia. Masing-masing menyimpan rahasia.
Ada yang bilang, kalau suatu rahasia diketahui dua orang, itu bukan rahasia lagi. Saya bilang, satu orang saja yang tahu itu namanya hampir sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna. Mungkin, yang sempurna itu rahasia yang tak seorangpun tahu. Tapi, kalau tidak ada yang tahu, bagaimana mereka tahu ada rahasia? Current Mood: blank
|
October 30th, 2004
03:16 am - Pernah dengar "Perception is Reality?" Ada lagi: "Emotions are real".
Jadi kalau ada orang yang bilang, "It takes two to tango", saya juga boleh bilang, "It takes two to create war".
Yaah, tentu saja dengan begitu semuanya tergantung dari cara pandang kita. Hmm, ada baiknya juga saya memulai blog ini. Baru saja saya siap memutuskan untuk muak dengan hubungan antarmanusia, tetapi begitu selesai menulis (mengetik?) kalimat kedua saya sudah siap untuk melihat situasi dari sudut pandang lain.
Baru 'siap', belum memulai, tentu saja. Current Mood: annoyed
|
|
|